Adzan berarti pemberitahuan dengan suara jelas. Firman Allah SWT. :
Kemudian berteriaklah seseorang yang menyerukan : "hai kafilah, sesungguhnya kamu orang-orang yang mencuri." (Q.S. Yusuf [12] : 65)Adzan menurut pengertian syara' adalah pemberitahuan akan masuknya waktu shalat dengan lafadz-lafadz tertentu.
Sudah merupakan 'ijma seluruh umat Muhammad SAW. bahwa adzan dan iqamah disyariatkan ketika akan melaksanakan shalat fardhu saja, dan tidak disyariatkan selain dari itu. Karena adzan bertujuan untuk menyampaikan berita masuknya waktu shalat-shalat fardhu.
B. HUKUM DAN HIKMAH ADZAN
Hukum adzan adalah wajib kifayah di dalam pelaksanaan shalat berjamaah, baik bagi yang muqim atau yang berpergian. Adapun iqamah wajib 'ain bagi yang shalat sendiri. Rasulullah SAW. bersabda :
"Tiada tiga orang yag di dalam satu kampung tidak (didengarkan) adzan dan iqamah untuk shalat, kecuali syaitan telah menguasai mereka, maka hendaklah engkau (shalat) dengan berjama'ah." (Disahkan oleh Ibnu Hibban).Rasulullah SAW mengingatkan kepada kedua sahabat yang akan berpergian, dengan sabdanya :
"Bila kalian berpergian maka (tetaplah) menyerukan adzan dan iqamah." (H.R. Bukhari dan Muslim).Adapun hikmah disyariatkan adzan antara lain bahwa ibadah yang disertai dengan takbir, menunjukkan bahwa ibadah tersebut sangat penting dan diagungkan, contohnya :
a. Adanya pertemuan-pertemuan akbar ummat Islam, seperti hari Idul Fitri, banyak dilafadhkan dengan kalimat takbir.
b. Amal ibadah yang diagungkan, seperti ahri-hari taysrik, ibadah shalat, ketika melempar jumrah, semua dilaksanakan dengan memperbanyak takbir.
c. Juga pada pekerjaan berat dan perjuangan besar, seperti ketika menaiki kendaraan atau saat menghadapi musuh, juga disyariatkan mengucapkan takbir.
Semua dimaksudkan untuk menunjukkan kebesaran Allah SWT. dan Dialah yang menguasai segala urusan yang besar, sehingga agama ini benar-benar hanyalah milik-Nya, dan para hamba-Nya hanya mengagungkan-Nya. Dengan demikian tercapai dua maksud :
- Ibadah diperuntukkan hanya kepada Allah SWT.
- Memohon pertolongan-Nya, karena Dialah yang Maha Besar, segala urusan menjadi kecil karena Kebesaran-Nya.
C. KEUTAMAAN ADZAN
Banyak riwayat menjelaskan tentang keutamaan adzan antara lain riwayat Abu Hurairah r.a., ia berkata bahwa sesungguhnya Nabi SAW. bersabda :
"Jika sekiranya orang tahu tentang (besarnya pahala orang yang mengumandangkan) adzan, dan (orang yang berada) di saf pertama, lalu mereka tidak meraihnya kecuali dengan diundi, pasti mereka ikut undian." (H.R. Bukhari).Dalam hadits lain disebutkan :
"Sesungguhnya muazzin itu adalah orang yang paling panjang lehernya di hari kemudian." (H.R. Ahmad, Muslim dan Ibnu Majah).(*) Lafadz adzan dan iqamah
1. Lafadz Adzan
اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ
Allah Maha Besar, Allah Maha besar (2x)
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ
Aku Bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah (2x)
أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ
Aku bersaksi bahwa Muhammad Rasul Allah (2x)
حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ، حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ
Marilah menunaikan shalat (2x)
حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ، حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ
Marilah menuju kemenangan (2x)
اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ
Allah Maha Besar, Allah Maha Besar (1x)
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ
Tiada Tuhan selain Allah (1x)
(*) untuk shalat shubuh ditambahkan setelah 'Hayya' alal falah'
اَلصَّلَاةُ خَيْرٌ مِنَ اَلنَّوْمِ، اَلصَّلَاةُ خَيْرٌ مِنَ اَلنَّوْمِ
Shalat itu lebih baik daripada tidur (2x)
اَلصَّلَاةُ خَيْرٌ مِنَ اَلنَّوْمِ، اَلصَّلَاةُ خَيْرٌ مِنَ اَلنَّوْمِ
Shalat itu lebih baik daripada tidur (2x)
2. Lafadz Iqamah
(*) Adab Mendangarkan Adzan
Orang yang mendengarkan adzan disyariatkan mengikuti ucapan mu'azzin dengan suara pelan. Abu Said al-Hudri r.a. berkata : Nabi SAW. bersabda :
"Bila kamu mendengarkan adzan, ucapkanlah seperti apa yang dikatakan muadzin." (H.R. Jama'ah).kecuali ketika muadzin mengucapkan :
حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ
حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ
Laa Haula walaa Quwwata illa Billaah, yang secara bahasa berarti : "tiada daya dan kekuatan melainkan dengan (pertolongan) dari Allah".Doa setelah adzan
Nabi SAW. bersabda :
ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺭَﺏَّ ﻫَﺬِﻩِ ﺍﻟﺪَّﻋْﻮَﺓِ ﺍﻟﺘَّﺎﻣَّﺔ ﻭَﺍﻟﺼَّﻼَﺓِ ﺍﻟْﻘَﺎﺋِﻤَﺔِ ﺁﺕِ ﻣُﺤَﻤَّﺪًﺍ ﺍﻟْﻮَﺳِﻴﻠَﺔَ ﻭَﺍﻟْﻔَﻀِﻴﻠَﺔَ ﻭَﺍﺑْﻌَﺜْﻪُ ﻣَﻘَﺎﻣًﺎ ﻣَﺤْﻤُﻮﺩًﺍ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻭَﻋَﺪْﺗَﻪُ
“Allahumma Robba haadzihid da’watit taammati wash-sholaatill qooimah, Aati Muhammadanil wasiilata wal fadhiilah, wab’atshu maqoomam mahmuuda-nillladzi wa’adtahu.”
“Ya Allah, Pemilik seruan yang sempurna ini dan sholat yang ditegakkan, anugerahkanlah kepada Nabi Muhammad; wasilah (kedudukan yang tinggi di surga) dan keutamaan (melebihi seluruh makhluk), dan bangkitkanlah beliau dalam kedudukan terpuji yang telah Engkau janjikan.” (H.R. Al-Bukhari No.614)(*) catatan penting
Asy-Syaikh Al-Muhaddiys Al-Albani rahimahullah telah memperingatkan bahwa ada 5 lafaz do'a yang tidak shahih ketika mendengarkan adzan, yakni :
1. Tambahan dalam riwayat Al-Baihaqi :
ﺇﻧﻚ ﻻ ﺗﺨﻠﻒ ﺍﻟﻤﻴﻌﺎﺩ
Inaka laa tukhliful mii'aad
2. Tambahan dalam riwayat Al-Baihaqi :
ﺇﻧﻚ ﻻ ﺗﺨﻠﻒ ﺍﻟﻤﻴﻌﺎﺩ
Allahumma inni as-aluka bi haqqi haadzihid da'wah
3. Tambahan pada salah satu cetakan kitab Syahrul Ma'ani :
ﺳﻴﺪﻧﺎ ﻣﺤﻤﺪ
Sayyidina Muhammad
4. Tambahan dalam riwayat Ibnus Sunni :
Wad-darojat rofi'ah
5. Tambahan dalam riwayat Ar-Rafi'i pada Al-Muharror
ﻳﺎ ﺃﺭﺣﻢ ﺍﻟﺮﺍﺣﻤﻲ
Yaa Arhaamar Raahimiin
Kelima lafaz doa di atas adalah tambahan-tambahan yang berasal dari hadits-hadits dha'if (lemah) sehingga tidak bisa diamalkan.
Sekian pembahasan dari saya, insya Allah saya akan melanjutkan pembahasan ini karena masih banyak yang kita perlu ketahui. Sekian,, Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu :)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar